Rabu, 03 Agustus 2011

Yoga Kurangi Derita Nyeri Kronis

Tak mengherankan jika yoga mendapat predikat sebagai olahraga penyembuh. Sebuah studi yang dilakukan di Kanada menambah daftar manfaat yoga untuk meredakan berbagai gejala penyakit, termasuk nyeri kronis yang kerap dialami penderita fibromylagia dan stres mental.
Fibromyalgia merupakan penyakit yang kerap menyerang wanita. Ini ditandai dengan gejala kaku pada otot, gangguan tidur, depresi, serta nyeri kronik dan keletihan.
Penderita fibromyalgia biasanya memiliki kadar kortisol lebih rendah sehingga memicu rasa nyeri dan kelelahan serta lebih sensitif pada stres.
Dalam sebuah penelitian mengenai yoga, terungkap bahwa setelah melakukan yoga hatha selama 75 menit dua kali seminggu selama 8 minggu, kadar kortisol dalam tubuh yang diukur dari air liur meningkat signifikan. Para pelaku yoga juga melaporkan rasa nyeri mereka berkurang dan secara mental lebih stabil.
"Idealnya kadar kortisol kita meningkat 30-40 menit setelah bangun pada pagi hari dan terus berkurang sampai kita siap tidur malam. Pada wanita yang menderita fibromyalgia, pengeluaran hormon ini terganggu," kata Kathryn Curtis, peneliti dari York University, Kanada.
Hasil penelitian yang dimuat dalam Journal of Pain Research itu melanjutkan studi lain yang dipublikasikan awal tahun ini mengenai manfaat yoga pada pasien artritis reumatoid.
Penelitian lain menunjukkan gerakan-gerakan yoga akan menstimulasi sirkulasi darah, memijat organ tubuh kita, dan meningkatkan peredaran oksigen secara menyeluruh ke tubuh kita melalui darah. Hasilnya, kita bisa terbebas dari segala nyeri, seperti nyeri punggung.

Rabu, 16 Februari 2011

15 Manfaat Yoga:

Masih belum yakin dengan manfaat yoga? Percayalah bahwa yoga membantu Anda…
1. Lebih feksibel
Manfaat ini yang paling langsung terasa. Mungkin di awal latihan Anda belum mampu menyentuh ibu jari kaki saat melakukan gerakan backbend. Namun, jika terus berlatih, tubuh secara perlahan mulai terasa lebih fleksibel dan Anda akhirnya bisa menyentuh jempol kaki. Anda juga bakal mendapati nyeri dan pegal-pegal hilang.
2. Lebih kuat
Otot yang kuat bikin Anda terlihat lebih menarik. Otot juga menjaga tubuh kita dari penyakit seperti artritis dan nyeri punggung serta mudah terjatuh pada lansia. Membangun kekuatan lewat yoga, Anda menyeimbangkannya dengan fleksibilitas.
3. Memperbaiki postur
Tahukah Anda, kepala kita seperti bola boling yang besar dan berat? Butuh keseimbangan bagi tulang punggung dan otot-otot punggung untuk menyangganya. Bukan mustahil jika Anda merasa kelelahan. Masalahnya ada pada postur yang buruk. Yoga bisa memperbaiki postur dan mencegah nyeri, kelelahan, dan juga artritis gara-gara postur yang buruk.
4. Melindungi persendian dari rematik dan artritis
Setiap kali beryoga, Anda melatih persendian bergerak dalam jangkauan penuh. Ini berarti Anda mencegah penyakit artritis degeneratif dengan “memeras dan merendam” daerah kartilage yang jarang digunakan. Kartilage seperti spons yang menyerap nutrisi hanya ketika cairan dikeluarkan. Tanpa latthan, jaringan itu akan lapuk dan meninggalkan tulang tanpa bantalan.
5. Melindungi tulang punggung
Ruas-ruas tulang belakang sebagai peredam kejut antartulang belakang juga butuh dilatih. Jika rajin berlatih backbend, forward bend, dan twist, Anda menjaga ruas-ruas tulang belakang jadi lebih fleksibel.
6. Mencegah osteoporosis
Sudah banyak penelitian membuktikan bahwa latihan beban memperkuat tulang dan menghalau osteoporosis. Banyak postur yoga yang mengharuskan Anda mengangkat beban tubuh sendiri. Pose downward atau upward facing dog membantu menguatkan tulang lengan yang rentan kena osteoporosis. Yoga juga baik meningkatkan kepadatan tulang belakang.
6. Melancarkan peredaran darah
Yoga melatih Anda rileks. Latihan rileksasi itu membantu sirkulasi darah, khususnya di tangan dan kaki. Yoga juga membantu oksigen untuk masuk ke dalam sel. Pose twist baik untuk membawa darah ke organ-organ dalam dan mengalirkan ke luar setelah pose itu selesai. Pose headstand, handstand, dan shoulderstand membantu membawa darah dari kaki dan panggul ke jantung dan dari situ dipompa ke paru-paru, sehingga mendapat oksigen segar. Yoga juga meningkatkan kadar hemoglobin dan sel darah merah yang membawa oksigen ke jaringan.
8. Membersihkan limfa
Ketika berkontraksi dan meregangkan otot, menggerakkan organ-organ, Anda meningkatkan pembersihan limfa, cairan yang kaya akan sel kekebalan tubuh. Ini akan membantu sistem limfatik memerangi infeksi, merusak sel-sel kanker, membuang racun-racun dari produksi fungsi selular.
9. Melindungi jantung
Olahraga aerobik bagus untuk melindungi jantung. Meskipun bukan termasuk aerobik, jika melakukan yoga, Anda meningkatkan detak jantung sampai ke tingkat aerobik. Walaupun yoga tidak meningkatkan detak jantung yang dapat memperbaiki fungsi kardiovaskular, penelitian menemukan bahwa latihan yoga menurunkan tingkat jantung istirahat, meningkatkan stamina, dan memperbaiki asupan oksigen maksimum ketika olahraga. Ini nilainya sama dengan olahraga aerobik.
10. Menurunkan tekanan darah
Ada baiknya Anda mencoba yoga jika menderita hipertensi. Dua penelitian hipertensi dari jurnal medis Inggris The Lancet, membandingkan efek pose savasana dengan hanya berbaring di sofa. Setelah tiga bulan savasana disebut menurunkan tekanan darah sistolik sebanyak 26 poin dan 15 poin pada tekanan diastolik.
11. Menjaga memori
Yoga menurunkan kadar hormon kortisol. Normalnya kelenjar adrenalin mengeluarkan kortisol sebagai respon pada keadaan krisis akut yang kemudian secara temporer mendorong fungsi kekebalan. Jika kadar kortisol tetap tinggi setelah krisis berlalu, itu dapat menggerogoti kekebalan tubuh. Peningkatan kortisol temporer memang membantu memori jangka panjang. Namun, jika terus-menerus, kortisol tinggi mengganggu memori dan menyebabkan perubahan permanen pada otak. Kelebihan kortisol itu terkait dengan depresi, osteoporosis, tekanan darah tinggi, dan resistensi insulin.
12. Mendatangkan kebahagiaan
Penelitian membuktikan bahwa latihan yoga konsisten memperbaiki depresi, meningkatkan kadar serotonin, dan menurunkan kortisol. Richard Davidson dari University of Wisconsin, AS, menemukan bahwa kortek prefrontal kiri terlihat meninggi pada orang yang bermeditasi. Penemuan itu mengorelasikan kadar kebahagiaan yang lebih tinggi dan fungsi kekebalan tubuh yang lebih baik. Kadar lebih tinggi ditemukan pada pencinta yoga yang sudah bertahun-tahun berlatih.
13. Menurunkan berat badan
Jangan malas bergerak dan jangan rakus. Begitulah sebenarnya prinsip menjaga berat badan sehat. Yoga dapat membantu kita melakukan kedua prinsip itu. Latihan yoga membantu Anda bergerak dan membakar kalori. Sisi spiritual dan emosi yoga mendorong Anda untuk melihat masalah makan dan berat badan lebih dalam. Mungkin yoga akan memberi inspirasi Anda untuk menjadi orang yang lebih sadar saat makan.
14. Menurunkan gula darah dan kolesterol jahat
Yoga menurunkan gula darah dan kolesterol jahat, sekaligus menaikkan kolesterol baik. Pada diabetesi, yoga membantu mengontrol gula darah dengan menurunkan kortisol dan kadar hormon adrenalin, menurunkan berat badan, dan memperbaiki sensitivitas pada insulin.
15. Meningkatkan kecerdasan
Satu komponen penting yoga adalah fokus pada keadaan sekarang. Penelitian menemukan bahwa latihan yoga teratur memperbaiki koordinasi, reaksi, memori, dan bahkan nilai IQ. Orang yang berlatih meditasi transendental mampu memecahkan masalah, mengolah informasi lebih baik karena mampu berkonsentrasi, dan tak mudah terganggu masalah lain.
solusisehat.net

Sabtu, 01 Januari 2011

Prosedur Makan

Sebelum makan, lakukan vyápaka shaoca dengan baik dengan air dingin. Pada iklim yang sangat dingin, gunakanlah air hangat. Caranya adalah: cuci tangan, muka, kaki, leher dan organ kelamin. Kemudian, dengan mata terbuka, tahan air dalam mulut, dan cipratilah mata dengan lembut minimum dua belas kali.

Sebelum duduk makan, undanglah siapa saja yang ada disekitar anda untuk berbagi makan dengan anda. Bila mereka tak mau berbagi, tanyailah apakah mereka memiliki cukup makanan.

Saat makan duduklah dengan enak. Tentu lebih baik makan dengan teman daripada sendirian. Janganlah duduk makan kalau hati sedang marah atau dalam keadaan pikiran kacau.

Bila beberapa orang makan dari satu piring, yakinkan bahwa tak ada orang yang sedang sakit ikut serta, karena akibatnya orang sehat dapat tertular. Tentu menarik untuk melihat beberapa orang makan bersama dari satu piring kalau tak ada penyakit menular pada mereka.

Saat makan yang baik adalah kalau pernapasan melalui hidung kanan. Juga sesudah makan, baik kalau aliran pernapasan masih pada hidung kanan untuk beberapa waktu,karena saat itulah kelenjar-kelenjar pencernaan mulai mengeluarkan keluaran yang cukup untuk pencernaan.

Makan saat tidak lapar atau hanya setengah lapar sangatlah merugikan kesehatan. Juga makan makanan yang kaya sekali selama berhari-hari atau terlalu banyak makan makanan yang mewah dan terlalu banyak karena memang rakus, atau tidak beristirahan setelah makan sebelum lari ke kantor, atau terlalu penuh mengisi perut dengan makanan. Kebiasaan-kebiasaan itu merugikan kesehatan.

(Untuk pencernaan yang baik, penuhilah perut setengahnya dengan makanan, seperempatnya dengan air, dan sisakan seperempatnya untuk udara).

Setelah selesai makan malam berjalan-jalanlah sedikit. Ini baik sekali untuk kesehatan.